Hasil Diskusi Kelompok Tugas Sejarah Indonesia Awal Mula Kedatangan Jepang ke Indonesia

MENGIDENTIFIKASI MENGENAI MASA AWAL KEDATANGAN JEPANG DENGAN MEMBUAT GARIS WAKTU KEDATANGAN JEPANG

Keberhasilan Jepang menduduki Tarakan kemudian diikuti dengan didudukinya wilayah-wilayah lainnya. Balikpapan dan Pontianak, misalnya, masing-masing berhasil dikuasai Jepang tanggal 24 Januari 1942 dan 29 Januari 1942.

Berikutnya, berturut-turut pada 3 Februari 1942 dan 10 Februari 1942, giliran Samarinda dan Banjarmasin yang direbut Jepang dari Belanda. Setelah menguasai Kalimantan dan Maluku, pasukan Dai Nippon melanjutkan ekspansi ke wilayah Sumatera.

Tanggal 14 Februari 1942, Jepang mengerahkan pasukan payung untuk menduduki Sumatera. Dua hari kemudian, tepatnya tangga 16 Februari 1942, Palembang dan sekitarnya berhasil diduduki. Keberhasilan tersebut membuat Jepang semakin bertekad menguasai Jawa.

Dikutip dari Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo Sampai Proklamasi 1908-1945 (2001) karya Suhartono, pertemuan dilangsungkan di Kalijati pada 8 Maret 1942. Disepakati bahwa angkatan perang Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan kekuasaan atas wilayah Indonesia oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Letnan Jenderal Heindrik Ter Poorten yang merupakan Komandan Angkatan Perang Belanda di Jawa kepada Jenderal Hitoshi Imamura selaku wakil delegasi Dai Nippon.

Sejak saat itu, wilayah Indonesia berada dalam pendudukan pemerintahan militer Jepang. Hingga akhirnya, Dai Nippon mengalami kekalahan dari Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya yang membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

https://tirto.id/sejarah-jepang-masuk-ke-indonesia-kapan-tujuan-kronologi-goLR

MENJELASKAN FAKTOR YANG MENYEBABKAN JEPANG MELAKUKAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISM DI NDONESIA 

Faktor yang menjadi penyebab Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di indonesia:

Kedatangan tentara Jepang yang mengusir imperialis Belanda bertujuan bukan untuk membebaskan rakyat Indonesia, tetapi ada maksud tertentu. 

Faktor utama kedatangan Jepang ke Indonesia adalah karena Indonesia kaya hasil tambang, sehingga menunjang untuk keperluan perang; Indonesia terdapat bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Jepang; Indonesia juga memiliki tenaga manusia atau SDM (man power) yang banyak sehingga dapat mendukung usaha Jepang. Ambisi Jepang untuk mewujudkan Hakko Ichi-u yaitu pembentukan imperium yang meliputi bagian besar dunia yang dipimpin Jepang; kepentingan migrasi, maksudnya wilayah Jepang yang sempit sedangkan jumlah penduduk banyak maka dibutuhkan tempat bagi pemerataan penduduk.

https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/16/190000969/latar-belakang-pendudukan-jepang-di-indonesia?amp=1&page=2&jxconn=1*19nws0r*other_jxampid*NFN0OVF6V21pWnQ1WXFBMzJXU0JiTkNENkZQNjVoaU9JWk1yVzktTkJSdTBWS3N0QkdPaGdBRkdKT2dQSW9USg

MENGANALISA KEHIDUPAN SOSIAL POLITIK EKONOMI BUDAYA MASA JEPANG

ASPEK POLITIK

Pada awal pendudukannya, Jepang memiliki tujuan untuk menghapus pengaruh barat di Indonesia dan menghimpun dukungan dari rakyat Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jepang adalah dengan penghapusan penggunaan bahasa Belanda. 

Selain itu ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam bidang politik, antara lain:

Restrukturisasi Pemerintahan
Pembentukan angkatan darat dan angkatan laut merupakan salah satu dampak politik pendudukan Jepang di Indonesia. 

Pada saat Jepang berkuasa, Jepang melakukan restrukturisasi pemerintahan. Yaitu pembagian pemerintahan menjadi dua yang terdiri dari (Rikugun) angkatan darat yang menguasai Sumatera serta Malaya dan (Kaigun) angkatan laut yang menguasai Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. 

Reorganisasi Administrasi
Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) merupakan warisan kehidupan politik pada masa pendudukan Jepang. 

Pada saat Jepang menguasai Indonesia, mereka melakukan reorganisasi administrasi. Jepang melakukan perombakan terhadap struktur pemerintahan sesuai dengan kaidah Jepang. 

Daerah karesidenan berganti menjadi Syu, kabupaten berganti menjadi Ken, kota praja berganti menjadi Syi, kawedanan berganti menjadi Gun, kecamatan berganti menjadi So, desa berganti menjadi Ku, RT dan RW menjadi Tonarigumi. 

Uniknya, Tonarigumi atau RT dan RW ini bertujuan untuk memata-matai penduduk yang anti Jepang. 

Propaganda dan Akomodasi Tokoh Penguasa
Strategi Jepang untuk menguasai Indonesia emang nggak main-main. Dalam usahanya menguasai Indonesia, Jepang melakukan beberapa propaganda. 

Selain mengaku sebagai “saudara tua” dan meluncurkan gerakan 3A demi mendapat simpati bangsa Indonesia.Jepang juga membentuk organisasi-organisasi propaganda yang dipimpin oleh tokoh-tokoh penguasa Indonesia. Tujuannya agar para pengikut tokoh-tokoh tersebut dapat mengajak rakyat Indonesia untuk mendukung Jepang. 

Organisasi-organisasi propaganda tersebut antara lain adalah Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) yang dipimpin oleh Bung Karno dan Bung Hatta, Badan Pertimbangan Pusat (CHUO SANGI IN) dipimpin oleh Bung Karno, Himpunan Kebaktian Jawa (Jawa Hokokai) yang dipimpin oleh Gunseikan dan penasihat utama Soekarno. 

ASPEK EKONOMI

Tujuan Jepang datang ke Indonesia adalah karena Indonesia memiliki sumber daya yang berlimpah. Terutama, sumber daya minyak bumi yang dibutuhkan oleh Jepang. 

Pada masa pendudukan Jepang, Indonesia memiliki sistem ekonomi bercorak ekonomi perang. Ciri-ciri kehidupan ekonomi pada saat itu ialah adanya pengaturan, pembatasan, dan penguasaan faktor-faktor produksi oleh pemerintah militer. Seluruh kegiatan ekonomi yang sebelumnya dikuasai Belanda diambil alih oleh Jepang. 

Dalam masa kekuasaannya Jepang juga melakukan beberapa kebijakan dalam bidang ekonomi yang juga membawa dampak bagi bangsa Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut: 

Asimilasi Aset Ekonomi
Dalam asimilasi aset ekonomi, Jepang mengambil aset-aset sisa Belanda, dari mulai perkebunan, perbankan, pabrik dan pertanian. Akibatnya, rakyat yang hidup pada masa pendudukan Jepang sangat menderita.

Swasembada
Untuk mengekang hubungan Indonesia dengan dunia luar, Jepang memunculkan kebijakan untuk melakukan swasembada. 

Rakyat Indonesia dipaksa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga nggak perlu tu harus impor dari negara lain. Tujuan Jepang pada saat itu adalah supaya Indonesia hanya memiliki ketergantungan pada Jepang aja. 

Setoran Wajib
Setoran wajib ini dihimpun dalam lembaga Jawa Hokokai dan Nagyo Kumiai (Koperasi Pertanian). 

Di mana pada saat itu rakyat diwajibkan untuk melakukan setoran kepada pemerintah Jepang sebanyak 30% pendapatan yang mereka peroleh, kemudian 20% ke lumbung desa, 40% untuk pribadi dan sisanya untuk koperasi bersama. Rakyat Indonesia diminta untuk aktif mendukung adanya koperasi bersama. 

Terlihat tidak begitu merugikan, tetapi itu semua hanyalah tipuan. Nyatanya bagian 40% yang harusnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia tetap diminta oleh pemerintah Jepang secara paksa. 

Dampaknya, banyak rakyat Indonesia yang hidupnya menderita karena tidak memiliki kehidupan yang layak. 

ASPEK SOSIAL

Dalam aspek sosial, Jepang juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan bangsa Indonesia. Dampak pendudukan Jepang dalam bidang sosial antara lain adalah: 

Larangan Terhadap Seluruh Kebudayaan Barat
Jepang mengeluarkan kebijakan untuk melarang semua kebudayaan Barat untuk masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah larangan untuk menggunakan bahasa Belanda.

Untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia, Jepang memerintahkan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam pengantar pendidikan. Selain itu, Jepang juga melakukan penghapusan sistem pendidikan yang merupakan warisan Belanda. 

Tentu aja, sistem pendidikan ini kemudian diganti dengan sistem pendidikan Jepang. 

Sama seperti sistem ekonominya, sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh Jepang juga bercirikan militerisme. 

Jadi waktu masa kependudukan Jepang di Indonesia, siswa menyanyikan lagu kebangsaan Jepang (Kimigayo), disertai dengan pengibaran bendera kebangsaan Jepang (Hinomaru), dan harus hormat kepada Kaisar Jepang (Seikirei). 

Eksploitasi Rakyat
Masa Pendudukan Jepang merupakan masa yang bisa dibilang paling kelam. Selain melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam, Jepang juga melakukan eksploitasi terhadap rakyat Indonesia. 

Contohnya, mereka mengeluarkan kebijakan Romusha dan Jugun Ianfu.

Pada saat itu para laki-laki dipaksa untuk melakukan kerja paksa tanpa imbalan untuk membangun jalan, bahkan mereka juga nggak punya kesempatan buat sekadar istirahat. Akibatnya, banyak rakyat yang meninggal saat melakukan kerja paksa karena kelelahan.

Kalau para laki-laki dipaksa untuk melakukan kerja paksa, para perempuan juga menjadi korban kekejaman Jepang. Mereka dipekerjakan sebagai perempuan penghibur (Jugun Ianfu) dan dipaksa untuk memuaskan nafsu para tentara Jepang. 

https://www.zenius.net/blog/masa-pendudukan-jepang-di-indonesia

ASPEK BUDAYA

Pada bidang ini, masyarakat Indonesia dipaksa untuk melakukan penghormatan kepada Tenno Heika (kaisar) yang dianggap sebagai keturunan dewa matahari. Ritual tersebut dilakukan dengan membungkukan badan tepat ke arah kaisar yang berada di arah matahari terbit (dikenal sebagai budaya Seikeirei).

Kala membungkukan badan, masyarakat juga disuruh untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara Jepang, yakni Kimigayo. Kebiasaan yang sudah terkesan asing dalam budaya Indonesia ini pada akhirnya ditentang oleh beberapa ulama, bahkan hingga memunculkan pertempuran.

https://tirto.id/sejarah-dampak-pendudukan-jepang-di-indonesia-dalam-berbagai-bidang-glzh

Komentar